Mengenai Saya

Foto Saya
sukoharjo, jawa tengah, Indonesia
" Hadapi hidup ini dengan senyuman terindahmu.. "

Jumat, 02 Juli 2010

ANALISIS SWOT PADA PT. PERTAMINA (Persero)

A. Strength :
1. Penjualan produk relatif mudah, karena brand/merk Pertamina sangat kuat dan menguasai pangsa pasar LPG.
2. Perusahaan merupakan pelopor jenis usaha jasa yakni LPG Pertamina.
3. Salesman Perusahaan dapat diandalkan dan sudah teruji selama 5 tahun.
4. Kualitas pelayanan kepada pelanggan memuaskan.
5. Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas seta berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.
B. Weakness :
1. Ketergantungan pasokan pada satu pemasok, sehingga apabila terjadi keterlambatan pasokan produk akan mengganggu operasional perusahaan.
2. Pada saat Perusahaan mulai berkembang mengalami kekurangan modal kerja, sehingga tidak dapat melaksanakan sistem Iron Stock (Persediaan Minimum).
3. Hasil produksi mengakibatkan limbah yang sangat merugikan bagi masyarakat sekitar.
4. Masih minimnya alat-alat produksi sehingga hasil bahan mentah masih harus diolah kembali ke luar negeri untuk menjadi minyak matang.
5. Masih banyak SDM yang belum terampil sehingga harus dilatih agar bisa mengolah sendiri
C. Opportunity :
1. Peluang untuk menaikkan strata keagenan menjadi Agen LPG Pertamina.
2. Peluang untuk menjadi Agen LPG Pertamina kemasan 3 kg yang baru saja di-launching Pertamina sebagai produk konversi pengganti Minyak Tanah.
3. Peluang untuk berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.
4. Jaringan ratusan outlet pelanggan dapat dieksplorasi untuk menjual produk selain LPG Pertamina.
5. Saat ini perusahaan bidang jasa mendapat prioritas kucuran Kredit Modal Kerja dari Perbankan Indonesia.
D. Threat :
1. Persaingan yang tajam di antara sesama Sub Agen LPG Pertamina.
2. Pencabutan ijin Sub Agen LPG Pertamina apabila melakukan pelangaran peraturan-peraturan keagenan.
3. PT Pertamina sepakat untuk mengakiri kerjasama dengan Mitsui & Co., Ltd. Mitsui dalam Proyek RFCC di Refinery Unit IV Pertamina.
4. Sudah banyak pendirian perusahan minyak berasal dari perusahaan asing di Indonesia seperti Shell dan Petronas.
5. Persaingan dalam pemasaran dengan perusahaan asing untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya.

Selasa, 29 Juni 2010

PROFIL PRODUK NID’S SERTA ANALISIS SWOTNYA TERHADAP PRODUK LAIN

A. Identifikasi Data
1. Data Produk
• Nama Produk
Produk pembalut wanita baru bernama Nid’s.

• Pengelola
Produsen pembalut merk Nid’s adalah PT. Victorindo dengan pemilik sekaligus penanggung jawab perusahaan adalah Ibu Dewi Purnama, SE. Pengelolaan perusahaan dibantu 20 orang staff tetap yang bertindak sebagai kepala bagian produksi, kepala bagian pemasaran, kepala bagian keuangan, kepala bagian teknik, kepala bagian umum dengan masing-masing anggota di bawah kepala bagian. Karyawan bagian produksi mulai dari proses pembuatan, pengepakan hingga siap dipasarkan saat ini berjumlah sekitar 100 orang karyawan.

• Lokasi
Pabrik terletak di jalan Raya Beji Bangil, kurang lebih 2 kilometer dari gerbang tol Gempol dengan lahan seluas 2 hektar. Bila ditinjau dari beberapa aspek, pemilihan lokasi pabrik cukup strategis. Dari aspek bahan baku yang paling utama adalah pulp, yang ternyata masih dominan diimpor dari berbagai negara terutama Amerika, Kanada dan Singapura. Bahan lainnya juga masih diimpor. Lokasi perusahaan tidak terlalu jauh dari bandara sehingga memudahkan perolehan bahan baku. Mengenai transportasi, perusahaan tidak mengalami kesulitan karena terletak di jalan raya yang mudah dijangkau. Selain itu perusahaan mempunyai sarana transportasi sendiri sehingga membantu menekan pengeluaran biaya untuk mengangkut bahan baku maupun mendistribusikan produknya. Karena perusahaan dekat dengan pemukiman penduduk maka dapat dengan mudah mencari tenaga kerja dengan gaji yang relatif lebih rendah daripada tenaga kerja dari kota. Fasilitas penunjang seperti listrik, air dan jaringan telepon juga telah tersedia di lokasi tersebut.

• Potensi Produk
Sebagai pembalut yang baru akan diluncurkan, Nid’s memiliki keunggulan dibanding pembalut lain yang sudah ada saat ini. Spesifikasi Nid’s secara terperinci adalah sebagai berikut :
- Nid’s mengandung sinar infra merah yang dapat menghambat aktivitas bakteri dan bau anyir sehingga tetap aman dan nyaman walau dipakai selama sehari penuh serta dapat memancarkan rasa hangat pada perut bagian bawah untuk mengurangi nyeri tanpa melembabkan pembalut.
- Panjang 27 cm dengan ketebalan hanya 2 mm sehingga memungkinkan konsumen memakainya baik siang maupun malam tanpa terlihat menonjol meskipun memakai bawahan yang ketat dengan daya tampung besar dan menjamin anti bocor meski dipakai saat cairan yang dikeluarkan banyak.
- Terdiri dari 2 pilihan jenis yaitu yang bersayap dan tanpa sayap yang keduanya dilengkapi struktur bantalan anti kerut ditengahnya sehingga tidak mudah berkerut dan mencegah kebocoran samping.
- Memiliki pori-pori yang besar dan dalam serta dilengkapi dengan jel sehingga dapat menyerap cairan secara cepat dan mencegah cairan mengenai kulit yang dilapisi oleh bahan non woven sehingga permukaan tetap halus dan lembut.
- Dengan hip guard yang panjang dan lebar mencegah tembus belakang.
- Mengikuti bentuk tubuh pemakai dan memiliki perekat yang merekat sempurna pada celana dalam untuk mencegah pembalut bergeser meskipun sedang aktif bergerak.
- Setiap helai dikemas secara khusus sehingga lebih higienis.
- Terdiri dari kemasan isi 5, 10 dan 20 buah.

2. Data Pemasaran
• Potensi Pasar
Pembalut wanita dalam beberapa tahun terakhir ini, tumbuh cukup pesat yang berdampak terhadap struktur pasar dan industrinya. Pasarnya yang dahulu dimonopoli oleh suatu perusahaan dan produk-produk impor, sekarang telah berhasil digeser oleh beberapa produk lokal sementara struktur industri yang semula berskala kecil kini menjadi berskala menengah besar. Semakin meningkatnya jumlah wanita di Indonesia (menurut sensus penduduk tahun 2000 jumlah wanita sebanyak 101.625.816 orang, jumlah pemakai pembalut sebanyak 53.213.900 orang dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi 6,9 % pertahun) yang didukung oleh kemajuan pendidikan dan pola pikir masyarakat membuat masyarakat menerapkan pola hidup yang praktis dan higienis dengan mengutamakan kenyamanan. Begitu juga dalam pemilihan pembalut wanita, pola hidup yang seperti itu memperluas kesempatan bagi produsen pembalut wanita untuk memproduksi pembalut yang bisa menjawab keinginan konsumennya. Nid’s sebagai pembalut wanita baru memberikan pilihan bagi konsumen dengan keunggulan yang lebih dibanding pembalut yang lain. Diharapkan dengan kehadiran Nid’s yang memiliki pasar lebih tersegmentasi, konsumen dengan segmen yang dituju mendapat jawaban dari pembalut yang selama ini diinginkannya.

• Produk yang Dipasarkan
Produk pembalut wanita yang akan dipasarkan terdiri dari 2 jenis pembalut wanita, yaitu :
- Nid’s wing type yaitu pembalut yang bersayap
- Nid’s reguler yaitu pembalut tanpa sayap

• Posisi Produk
Posisi produk saat ini masih dalam tahap proses pengenalan melalui beberapa perencanaan promosi yang akan dilakukan.

• Pesaing
Di Indonesia terdapat beberapa produsen pembalut wanita yang cukup terkenal, yaitu : Softex, Hers, Honeysoft, Laurier, Whisper, Kotex, dan Charm. Di antara 7 produk tersebut, merk pembalut yang paling populer dan disukai karena beberapa alasan (pembalut yang dipakai, merk sudah lama ada, iklannya banyak) adalah Charm, kemudian Laurier dan Softex. Untuk pesaing pembalut baru Nid’s, dipilihlah 3 merk paling terkenal tersebut.

• Sarana Komunikasi Visual yang Telah Ada
Sarana komunikasi visualnya masih dalam proses perencanaan.


B. Analisis SWOT
Analisis SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats) atau di-Indonesiakan menjadi analisis KEKEPAN (Kekuatan-Kelemahan-Kesempatan-Ancaman) sudah sangat umum dikenal dan mudah untuk dilakukan.
ANALISIS SWOT adalah suatu bentuk analisis situasi dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis terhadap kekuatan-kekuatan (Strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weaknesses) suatu organisasi dan kesempatan-kesempatan (Opportunities) serta ancaman-ancaman (Threats) dari lingkungan untuk merumuskan strategi organisasi.
- KEKUATAN (Strengths) adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang berjalan dengan baik atau sumber daya yang dapat dikendalikan.
- KELEMAHAN (Weaknesses) adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi tidak dimiliki oleh organisasi.
- KESEMPATAN (Opportunities) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang positif.
- ANCAMAN (Threatss) adalah faktor-faktor lingkungan luar yang negatif.

Jenis-Jenis Analisis SWOT
1. Model Kuantitatif
Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).
Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian.
2. Model Kualitatif
Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, SubKomponen S ada sebanyak 10 buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah.
Sebagai alat analisa, analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program.


Analisis SWOT Terhadap Produk
Nid’s Charm Laurier Softex


Strenghts

Nid's : Inovasi dengan adanya kandungan sinar infra merah, pembalut tipis hanya 2 mm serta didukung benefit lainnya

Charm : Tingkat pengenalan konsumen yang tinggi, positioning yang kuat, disukai konsumen, memiliki target market yang pasti dan didukung merk yang kuat

Laurier : Tingkat pengenalan konsumen yang tinggi, back up perusahaan yang kuat, iklan yang selalu diperbarui dan sering tayang, merk yang kuat

Softex : Tingkat pengenalan konsumen yang tinggi, merk yang kuat, pembalut pertama di Indonesia, harga yang relatif lebih murah


Weakness

Nid's : Konsumen belum banyak mengenal secara mendalam

Charm : Belum ada inovasi berlanjut dalam produk

Laurier : Daya tampung dan daya tahan yang kurang untuk sepanjang hari

Softex : Kurang nyaman dan kurang disukai oleh kalangan remaja


Opportunities

Nid's : Pertumbuhan jumlah wanita usia subur di Indonesia yang terus meningkat hingga membuka kesempatan bagi produk baru, semakin meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan kenyamanan, memberi pilihan bagi konsumen yang gemar mencoba hal baru

Charm : Pertumbuhan jumlah wanita usia subur membuat produk dapat terus bertahan dengan pasarnya serta dapat mulai membidik konsumen remaja aktif

Laurier : Pertumbuhan jumlah wanita usia subur membuat produk dapat terus bertahan dengan pasarnya yang lebih luas bukan hanya kalangan remaja

Softex : Pertumbuhan jumlah wanita usia subur membuat produk dapat terus bertahan dengan segmentasi yang lebih luas, mungkin dapat merambah kalangan menengah ke bawah


Threats

Nid's : Banyaknya produsen baru yang akan muncul dalam bisnis pembalut wanita yang tampaknya semakin berkembang serta produsen lama yang gencar beriklan

Charm : Banyaknya produsen baru yang akan muncul dalam bisnis pembalut wanita yang tampaknya semakin berkembang serta produsen lama yang gencar beriklan

Laurier : Banyaknya produsen baru yang akan muncul dalam bisnis pembalut wanita yang tampaknya semakin berkembang serta produsen lama yang gencar beriklan

Softex : Banyaknya produsen baru yang akan muncul dalam bisnis pembalut wanita yang tampaknya semakin berkembang serta produsen lama yang gencar beriklan




C. Kesimpulan
-> Peran merk sangat penting untuk mengingatkan konsumen terhadap suatu produk dan didukung oleh bentuk dan warna kemasan yang unik untuk menarik perhatian konsumen selain keunggulan yang dimiliki produk yang membedakan dan memberikan kelebihan dibandingkan pembalut lain.
-> Nid’s memakai iklan TV, majalah, tabloid, biliboard, poster dan media promosi lainnya.
-> Untuk mengenalkan pembalut wanita baru hingga dapat mempengaruhi konsumen melakukan pembelian dibutuhkan strategi komunikasi yang baik terutama melalui iklan yang dibantu media promosi lainnya seperti sampling yang memungkinkan konsumen mencoba produk baru.

ARTIKEL MANAJEMEN STRATEGI

Manajemen Strategi
adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapat sasarannya.

Manajemen Strategi
adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi.

Manajemen Strategi mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen Strategi merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut.

Manajemen Strategi memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi. Berbagai buku mendefinisikan manajemen strategi dengan kata-kata yang berbeda. Diantaranya, Manajemen Strategi merupakan perencanaan strategi yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran organisasi. Begitu banyak pengertian Manajemen Strategi, namun pada dasarnya Manajemen Strategi merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan
Strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya, sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal daneksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Sesuai definisi yang ada, menjalankan Manajemen Strategi berarti pebisnis juga harus membuat perencanaan dalam bentuk formulasi bisnis secara matang. Berikut merupakan 10 formulasi Manajemen Strategi antara lain :
1. Menjadi objektif. Angan-angan sendiri tidak memiliki tempat di dalam bangunan sebuah bisnis. Kejujuran, penilaian yang tenang dari kekuatan dan kelemahan perusahaan dan keahlian bisnis serta manajemennya adalah hal yang mendasar.
2. Membuat sederhana dan terfokus. Dalam usaha kecil, kesederhanaan adalah efektif. Usaha dan sumber daya, seharusnya dikonsentrasikan dimana dampak dan keuntungan adalah hal yang paling utama.
3. Fokus pada pasar yang menguntungkan. Kelangsungan hidup dan keberhasilan usaha kecil oleh persediaan barang dan jasa khusus yang menemukan keinginan dan kebutuhan dari pemilihan kelompok pelanggan.
4. Mengembangkan rencana pemasaran. Usaha kecil harus memutuskan bagaimana untuk meraih dan menjual kepada pelanggan.
5. Memanajemen tenaga kerja secara efektif. Kesuksesan usaha kecil tergantung pada bangunan, pengaturan dan motivasi sebuah tim pemenang.
6. Membuat catatan keuangan yang jelas. Usaha kecil perlu untuk memiliki catatan asset, liabilitas, penjualan, biaya dan informasi akunting lainnya dalam urutan untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan.
7. Tidak pernah menghambur-hamburkan kas. Kas adalah raja di dalam dunia usaha kecil.
8. Menghindari perangkap yang berulang-ulang dari pertumbuhan yang cepat. Usaha kecil harus hati-hati melakukan ekspansi.
9. Mengerti seluruh fase bisnis. Pengendalian usaha kecil dan kemajuan keuntungan usaha kecil , tergantung pada pengertian yang lengkap dari seluruh fungsi bisnis.
10. Merencanakan ke depan. Usaha kecil harus memformulasikan secara kritis dan menantang, pencapaian yang masih, tujuan dan mengubahnya menjadi aktifitas yang produktif.

Beberapa JURUS Manajemen Strategi yang terbukti jitu dalam strategi bisnis antara ain:

1. Manajemen Strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan yang mengunakan Manajemen Strategi ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one ste ahead dibanding produk kompetitor.Merekataksegan segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R&Dnya demi terciptanya produk yang berkualitas.

2. Manajemen Strategi yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Dalam Manajemen Strategi ini yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang efektif & efisien. Sehingga dengan proses bisnis yang efektif & efisiensi ini, mereka mampu menekan biaya produksi, sehingga dengan Manajemen Strategi ini mereka mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif dibanding competitor-kompetitornya.
3. Manajemen Strategi yang berorientasi pada customer intimacy (Keakraban/Keintiman dengan pelanggan). Yang paling utama dalam Manajemen Strategi ini adalah membangun hubungan yang akrap/intim dengan semua pelanggannya sehingga akan membentuk mitra bisnis/relasi yang langgeng dan berkelanjutan. Kami SIENConsultan perusahaan konsultan Manajemen Strategi, bisnis, strategi, konsultan strategi, konsultan ritel, konsultan bisnis strategi, Konsultan keuangan, Finance&Accounting Management, konsultan pajak, marketing strategi, bisnis plan, pengembangan bisnis, konsultan bisnis, bisnis peningkatan omzet, strategi training motivasi ,Strategy and Business, Strategy Management, Business Marketing Strategy, yang sudah TERBUKTI & berpengalaman lebih dari 12tahun dalam menangani perusahaan lokal/Asing tanpa melihat besar kecil perusahaan.